Dunia Pariwisata di Sukabumi Belum Pulih
Sukabumi, Kompas - Kondisi usaha pariwisata di kawasan wisata pantai di Kabupaten Sukabumi, sampai sekarang masih belum pulih.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Acep Barnasyah, saat ditemui di Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (15/2).
Sebelumnya muncul isu mengenai ramalan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) bahwa wilayah pesisir selatan Jawa diperkirakan akan dilanda gempa dan gelombang tsunami. Isu tersebut kemudian dibantah oleh BMG.
Terakhir muncul lagi ramalan yang menyebutkan bahwa pantai selatan Jawa akan dihantam badai tropis pada pertengahan bulan Februari ini.
Isu tersebut telah memengaruhi usaha pariwisata di Sukabumi. Pada libur perayaan tahun baru Imlek dan tahun baru Islam tahun ini, jumlah wisatawan yang datang ke Pantai Pelabuhanratu menurun drastis.
Padahal, pada liburan 1 Muharram tahun 2004, jumlah pengunjung mencapai 10.000 orang. Sedangkan pada liburan tahun ini jumlah wisatawan hanya berkisar 5.000 orang. "Jadi, ada penurunan hingga 50 persen," kata Acep.
Di tempat wisata sumber air panas Cipanas, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, misalnya, jumlah pengunjung cuma mencapai 700 orang dengan total pemasukan dari penjualan karcis masuk sebesar Rp 1,5 juta.
Padahal, biasanya jumlah pengunjung yang berwisata ke sumber air panas itu mencapai 3.000 orang pada akhir pekan dan libur nasional.
Sementara tingkat hunian hotel di kawasan wisata pantai di Kabupaten Sukabumi pada liburan pekan lalu hanya sekitar 10 persen dari total jumlah kamar yang ada.
"Ini masih lumayan dibandingkan pada satu bulan setelah musibah bencana tsunami di Aceh. Waktu itu, rata-rata tingkat hunian hotel kurang dari lima persen, termasuk pada libur tahun baru," ujar Acep menambahkan.
Untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata, ujar Acep, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan mengadakan sejumlah kegiatan pariwisata yang melibatkan pihak swasta, terutama para pengelola hotel.
Dalam waktu dekat, ada sejumlah kegiatan pariwisata yang diselenggarakan di Pantai Pelabuhanratu, di antaranya festival makan duren, festival layang-layang, dan acara syukuran nelayan.
Kabupaten Sukabumi memiliki 34 obyek wisata. Potensi ekonomi ini berperan penting, namun yang menjadi andalan kegiatan ekonomi daerah ini bukan sektor pariwisata tetapi pertanian. Pada tahun 2000, sebesar Rp 2,2 triliun dihasilkan dari sektor pertanian. (EVY)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar